Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan harga mi instan akan naik di tengah perang Rusia-Ukraina.
Menurut Moeldoko, perang Rusia-Ukraina membuat harga gandum naik. Kedua negara tersebut merupakan produsen gandum terbesar.
Setidaknya, Rusia-Ukraina menyumbang sekitar 30-40 persen dari kebutuhan gandum dunia. Dengan demikian, gangguan sekecil apa pun terhadap distribusi gandum dari kedua negara tersebut mau tidak mau akan mengakibatkan kelangkaan dan lonjakan harga.
Sedangkan gandum merupakan salah satu bahan baku mie instan. Saat ini Indonesia masih mengimpor gandum untuk memproduksi mie instan.
Akibatnya, kenaikan harga gandum di pasar internasional otomatis akan menaikkan harga mi instan.
“Harga Mie Super, Indomie, dan Mie akan naik, tidak bisa dihindari,” kata Moeldoko, dikutip dari Detik.com, Kamis (21/7).
Lantas, berapa harga mi instan saat ini?
Berdasarkan pantauan di Shopee, harga mie instan dijual mulai dari Rp. 2.000 per bungkus. Salah satu penjual menjual Mie Sedaap seharga Rp 2.520 per bungkus.
Lalu ada juga yang menjual Indomie rasa soto mie, ayam bawang, dan gulai ayam seharga Rp2.950-Rp3.500 per bungkus.
Pedagang lain menjual Indomie goreng dengan harga sekitar Rp. 2.590-Rp. 3.092 per bungkus. Kemudian, mi instan Gaga dijual dengan harga sekitar Rp. 3.104-Rp. 3.298 per bungkus.
Harga mi instan di e-commerce lain, Tokopedia, cukup bersaing. Sebab, harganya mirip dengan merchant yang berjualan di Shopee.
Mie Sedaap, misalnya, pedagang menjual produknya seharga Rp. 2.510 per bungkus. Begitu juga dengan Indomie goreng dan kuah Indomie yang dijual sekitar Rp2.623-Rp2.800 per bungkus.
Pedagang lain menjual Indomie goreng dan kaldu Indomie seharga Rp 2.990 per bungkus. Ada juga yang menjual kaldu Indomie hingga Rp. 3.150 per bungkus.
Sementara itu, para pedagang menjual mi instan merek Gaga mulai dari Rp. 2.000-Rp. 3.000 di Tokopedia.